OBSERVASI DI SDLB AL-AZHAR SIDOARJO

IMAG0177

LATAR BELAKANG OBSERVASI

Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan sekolah yang khusus untuk menangani anak dengan kebutuhan khusus. Sama seperti halnya sekolah regular lainnya, SLB juga mempunyai peranan sangat penting sebagai tempat dimana anak berkebutuhan khusus mendapat tempaan dalam pengembangan dirinya. Atas dasar itulah maka SLB juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Sasaran dari SLB adalah anak-anak yang mempunyai kelainan dalam perkembangan dirinya baik secara fisik maupun secara mental. Akan tetapi jangan hanya dilihat secara fisik saja. Anak berkebutuhan khusus juga memiiki potensi yang sama dengan anak normal lainnya. Hanya yang perlu diperhatikan adalah ketelatenan guru dan orang tua untuk dapat menemukan serta mengasah potensi yang dimilikinya anak berkebutuhan khusus tersebut. berdasarkan hasil wawancara dengan guru di SDLB AL-Azhar, ternyata salah satu muridnya ada yang pernah mendapatkan juara untuk perlombaan komputer di Surabaya.

Namun sayangnya, SLB yang begitu memiliki potensi yang tak kalah jauh dengan sekolah formal lainnya belum mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Hal tersebut dapat dilihat dari media pembelajaran yang dimiliki sekolah masih terbatas dengan alasan biaya yang dikeluarkan besar. Selain itu, juga masih sedikitnya sekolah luar biasa yang mampu untuk menggratiskan siswanya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan observasi ke sekolah berkebutuhan khusus. Observasi tersebut dalam rangka studi lapangan mengenai keadaan yang ada dalam sekolah luar biasa tersebut yang nantinya menjadi bahan referensi penulis untuk dapat lebih berkarya dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan luar biasa.

TUJUAN OBSERVASI

Tujuan dari observasi ini adalah untuk dapat memperoleh data mengenai SDLB. Data tersebut digunakan untuk dapat melihat potensi serta permasalahan yang ada dalam sekolah luar biasa, selain itu dapat sebagai bahan referensi observer untuk dapat mengembangkan suatu media pembelajaran tertentu.

PROFIL SDLB AL-AZHAR

SDLB Al-Azhar merupakan sekolah luar biasa yang untuk anak dengan tipe kebutuhan khusus B dan C. SDLB terbagi atas dua bagian, B adalah tipe anak berkebutuhan khusus tuna rungu, sedangkan tipe C untuk anak berkebutuhan tuna grahita. Tipe C untuk siswa msih dibagi kembali menjadi C1 (Ringan), C2 (Sedang), dan C3 (Berat).

SDLB Al-Azhar terletak didaerah perumahan Wisma Tropodo Sidoarjo dengan alamat jl. Mahakam Barat. Sekolah luar biasa tersebut terdiri atas TK dan SD. Dalam gedung sekolah tersebut terdapat beberapa lokal yang digunakan dalam proses belajar siswa. Pembagian proses belajar dalam SDLB tersebut dibagi berdasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Hal tersebut mengingat bahwa anak berkebutuhan siswa tidak memiliki ritme belajar yang sama dengan siswa regular seperti biasa. Sering kali apabila siswa belum mampu memiliki keammpuan sesaui dengan materi yang diajarkan, maka anak diberikan kebijakan untuk mengulang kembali pada kelas tersebut.

SDLB Al-Azhar merupakan sekolah yang menggratiskan siswanya untuk dapat belajar disana dengan menggunakan dana BOS. Meskipun sekolah gratis, tetapi prestasi yang diukir oleh sekolah tersebut cukup bagus. Sekolah ini telah memenangkan banyak perlombaan untuk siswa berkebutuhan khusus, antara lain adalah lomba bina diri.

SDLB Al-Azhar memiliki 8 orang guru dengan berbagai pekerjaan yang kemudian dirangkap oleh guru tersebut. Hal tersebut karena jumlah guru yang ada dalam sekolah tersebut terbatas. Oleh karena itu, jumlah antara guru dan siswa menjadi tidak seimbang. Seharusnya dalam sekolah luar biasa dengan anak yang berkebutuhan khusus, perbandingan antara guru dan siswa 1:4, itu untuk dapat menjaga agar jalannya proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

SDLB Al-Azhar memiliki jadwal pelajaran pada hari senin-sabtu. Pada senin-jumat, proses pembelajaran lebih difokuskan pada pembelajaran mater-materi akademik kepada siswa sedangkan pada hari sabtu digunakan sebagai pengembangan kepribadian anak dalam program pramuka dan bina diri.

STRUKTUR ORGANISASI

Terdapat struktur organisasi dalam sekolah luar biasa Al-Azhar ini. Strukturnya tersebut pun hanya struktur sederhana karena hanya memuat fungsional kepala sekolah dan guru.

Penjabaran tugas dari setiap fungsional adalah sebagai berikut:

  1. Kepala Sekolah : sebagai pemegang keputusan dalam sekolah untuk dapat lebih meningkatkan kualitas sekolah. Tidak hanya berfungsi sebagai pengambil keputusan dan pengelola saja, kepala sekolah di SDLB Al-Azhar ini juga terkadang merangkap menjadi guru kelas disaat guru kelas yang bersangkutan tidak dapat masuk untuk memenuhi kewajiban
  2. Staf Tata Usaha : sebagai stafadministrasi yang bertugas untuk mengurusi segala keperluan administrasi SDLB Al-Azhar. Pada sekolah ini, staff administasi tidak diisi oleh staf khusus, akan tetapi fungsinya dirangkap oleh guru kelas.
  3. Guru Kelas : guru kelas disini tidak hanya berfungsi saat mengajar dikelas, akan tetapi juga berfungsi sebagai bimbingan konseling (BK) bagi siswa maupun wali murid.
  1. PROGRAM

Terdapat dua program yang dijalankan di ekolah Al-Azhar sebagai berikut:

  1. Program pasti : program pasti yang akan dilaksanakan oleh sekolah pada setiap tahunnya. Contoh dari program pasti tersebut adalah program perayaan hari besar Islam, perayaan hari besar nasional, perayaan budaya maupun pendidikan seperti hari pendidikan, hari kartini dan lain sebagainya.
  2. Program pembelajaran: program pembelajaran ini dirancang untuk dapat membantu siswa memahami secara konkrit mengenai materi pelajaran. Program penunjang pembelajaran ini dirancang oleh guru kelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Contoh dari program ini adalah program naik kereta api untuk dapat mengenalkan siswa tentang alat transportasi, program pergi ke pasar untuk dapat mengajarkan siswa tentang macam-macam bahan makanan sekaligus mengajarkan tentang penggunaan uang dan sebagainya.

KURIKULUM

Kurikulum yang dipakai dalam SDLB ini adalah kurikulum KTSP khusus untuk sekolah luar biasa. Dalam pelaksanaannya kurikulum ini kemudian disederhanakan. Penyederhanaan kurikulum tersebut untuk dapat menyesuaikan dengan tingkat kemampuan anak yang dimiliki,  karena kemampuan anak berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti pelajaran sangat rendah.

Sebagai contoh dibawah ini merupakan kurikulum standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat pada SDLB Al-Azhar:

Mata Pelajaran : IPS

Kelas 3 Semester 1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1.      Memahami sarana umum 1.1       Mengenal sarana komunikasi cetak dan elektronik

1.2       Mengenal sarana kesehatan

1.3       Mengenal sarana keamanan

Kelas 3 Semester 2

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
2.      Memahami keragaman budaya Indonesia

2.1       Mengenal berbagai suku di Indonesia

2.2       Mengenal berbagai lagu daerah

2.3       Mengenal alat music daerah

2.4       Mengenal jenis pakaian daerah

SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan prasarana sangat dibutuhkan dalam memfasilitasi belajar anak berkebutuhan khusus. Sarana dan prasarana yang terdapat pada SDLB Al-Azhar sebagai berikut:

  1. Gedung sekolah sebagai tempat proses belajar mengajar dilaksanakan.
  2. Ruang kelas berbentuk sekat-sekat sehingga memudahkan guru untuk mengontrol gerak siswa.
  3. Ruang kantor guru dan kepala sekolah.
  4. Media-media pembelajaran yang medukung pelaksanaan program belajar siswa seperti bola, buku-buku, raket, papan angka, dsb.

KELUARAN ATAU OUTPUT YANG DIHARAPKAN DARI SEKOLAH

Keluaran atau output yang diharapkan dari  SDLB Al-Azhar ini adalah siswa kebutuhan khusus yang dapat mandiri serta bersaing dengan lulusan lainnya. Bersaing tersebut adalah memiliki segudang prestasi yang dapat dibanggakan baik secara akademik maupun non akademik.

Seperti halnya yang baru berdasarkan hasil wawancara dengan guru disana adalah pembangunan laboratorium komputer, agar siswa dapat memiliki keterampilan dalam menggunakan komputer.

KENDALA YANG DIHADAPI

Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh sekolah dalam  pelaksanaan kegiatan pembelajaran disekolah. Kendala tersebut antara lain:

  1. Terbatasnya jumlah guru yang ada sehingga ada beberapa pekerjaan yang harus dirangkap oleh guru seperti menjadi staff tata usaha.
  2. Terbatasnya sarana tempat, sehingga media-media pembelajaran pun tidak dapat disusun rapi agar mudah dalam pencarian.
  3. Media pembelajaran yang ada tidak dapat dikelola dengan baik, sehingga terdapat beberapa media yang akhirnya hanya bertumpuk dan tidak digunakan kembali.

Terbatasnya media pembelajaran yang bersifat khusus untuk siswa luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Go Top