Dilan, Dia adalah Dilanku tahun 1990

Hey, jumpa lagi!

Akhirnya keluar juga review tentang ini. Gak nahan mau nulis, eh kata Dilan jangan ditahan-tahan. hahaha….

Setujulah kalau ini adalah film Indonesia yang lagi hits, tayang dari 25 Januari 2018 sampai dengan hari ini kalau tidak salah sudah mengumpulkan lebih dari 5 juta penonton. Dan mungkin lebih dari 5 juta orang yang ikutan baper karena membaca novelnya di Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990 atau membaca seri kedua ketiganya yang kesan dramanya lebih kuat.

Yups, mari kita mulailah review ini.

24367-film-dilan-1990-bakal-rilis-ini-dia-5-seleb-cowok-indonesia-yang-cocok-jadi-dilan

Novel dan filmnya mengisahkan tentang kisah cinta Dilan dan Milea, dua orang pemeran utamanya. Dilan, adalah siswa kelas 2 SMA yang juga menjabat sebagai panglima tempur geng motor di Bandung. Milea, siswa kelas 2 SMA pindahan dari Jakarta ke Bandung. Kisah cinta mereka memang tak ubahnya hampir sama dengan kenyataan setiap orang pasti memiliki kenangan cinta masa SMA, namun saya akan setuju bila ada pendapat strategi marketing film ini sangat baik, sehingga berjuta-juta penonton bukanlah sesuatu hal yang sulit.

Segi cerita

Boleh dikata cerita yang diangkat dalam film Dilan ini sangat sederhana. Seorang remaja belasan tahun yang jatuh cinta pada teman sekolahnya. Namun, sosok Dilan lah yang membuat semuanya ceritanya begitu hidup dan menyenangkan. Dilan yang bukan hanya siswa biasa, Dilan yang panglima tempur geng motor, Dilan yang meski dengan sederet kasus kenakalannya tapi juga selalu pintar dan juara kelas, Dilan yang anak bunda dirumah, Dilan yang memiliki sejuta kata-kata untuk Milea, Dilan yang selalu memiliki sejuta cara membahagiakan orang yang disayang, Dilan yang tahu bagaimana cara mempertahankan harga diri, Dilan yang…Dilan yang….. Dilan lagi…. Dilan terus…..

Memanglah cerita dalam novel pertama ini bersudut dari Milea, yang terus akan menceritakan bagaimana Dilannya dulu. Jika memang ini berasal dari kisah nyata, maka saya cukup takjub dengan Milea yang mampu mengingat detail setiap kata-kata dari Dilan.

Dilan dan Milea tidak menghadapi tantangan dari lingkungan sekitar untuk cinta mereka, termasuk cinta yang mudah. Tanpa beban.

Segi Pemilihan Cast

Beragam informasi mengenai pro dan kontra mewarnai casting pemilihan siapa yang coock berperan sebagai Dilan. Konon katanya, mencari sosok Dilan perlu waktu 2 tahun! padahal pemeran lainnya sudah siap termasuk Vanessha yang memerankan Milea.

Banyak sekali aktor-aktor yang diajukan untuk menjadi sosok Dilan, sebut saja Jefri Nichol, Adipati Dolken, sampai ada yang menyebut juga nama Bastian yang dulu pernah satu boyband dengan Iqbaal. Tentunya tidak mudah, Pidi Baiq -penulis novel Dilan- harus benar-benar memilih seseorang yang cocok untuk memerankan tokoh dalam filmnya, agar film tersebut dapat menggambarkan novelnya dengan jelas, dapat nyambung dengan bagaimana Dilan di novel dan Dilan di film.

Terpilihnya Iqbaal pun awalnya juga pro dan kontra. Iqbaal dianggap masih terlalu “remeh” untuk menjadi sosok Dilan yang tak lain adalah panglima tempur sebuah geng motor Bandung. Iqbaal juga masih terbawa dengan keimutan jaman kecil dengan boybandnya. Wajar saja jika banyak yang menyangsikannya, meskipun Iqbaal memiliki paras yang mendukung dan fans setia yang jumlahnya banyak sekalipun.

2018-01-18-172050867946-dilan-1990-iqbaal

Semuanya runtuh! Semua prasangka terhadap Iqbaal yang dianggap remeh untuk memerankan Dilan seakan runtuh. Iqbaal pas sekali, tengilnya, imutnya, gaya bicara yang Dilan banget! (please, hanya pendapat pribadi ya), pintarnya juga. Rasa-rasanya Dilan = Iqbaal, walau si Iqbaal sendiri menyatakan Dilan dan dirinya jauh berbeda. Iqbaal juga sudah berhasil merobohkan keyakinan banyak orang yang mengatakan keimutan masa kecilnya tidak akan memunculkan sosok panglima tempur yang siap berperang. Iqbaal membawa peran Dilan sang panglima tempur dengan sangat apik, karena menurut saya, panglima tempur bukan hanya terlihat sebagai sosok yang “kereng” tapi juga pintar karena bagaimanapun dia-lah yang akan mengatur strategi dalam bertempur.

Bagaimana dengan cast yang lain? Oke, saya bahas beberapa saja ya, tambahannya adalah Milea.

Milea, pemeran utama perempuan dalam novel ini. Jujur, karena saya baca novel setelah mengetahui trailer film Dilannya, jadi sosok yang dibayangkan memang langsung tertuju pada Vanesha. Vanesha membawakan sosok Milea dengan begitu manis, gaya khas remaja 18 tahunan. Milea yang polos senada dengan wajah Vanesha, lalu pantaslah saya menilai bahwa Vanesha cocok memerankan Milea. Namun diluar itu, ayah Pidi Baiq sendirilah yang menunjuk langsung Vanesha untuk memerankan Milea.

Milea digambarkan adalah sosok yang mandiri, namun dekat dengan orang tuanya. Bukan tipe gadis yang sangat pintar, tapi cukup untuk ukuran Dilan, biar seimbang. Milea adalah gadis tanggap yang cepat belajar dan beradaptasi, cepat mengimbangi bagaimana Dilan terhadap dirinya.

Segi Strategi Promo

Film Dilan 1990 memiliki strategi promo yang “mengena” pada target pasarnya, anak muda yang sedang tinggi-tingginya memainkan emosi mereka. Berikut rangkuman strategi apa yang dimainkan dalam film Dilan berikut:

  1. Mengambil waktu marketing di hari jadi Dilan dan Milea. Dilan dan Milea memanglah sebuah kisah nyata di tahun 1990. Mereka berdua memproklamirkan tanggal jadian di 22 Desember 1990. Hal ini justru menjadi sangat menarik, Iqbaal dan Vanesha yang memerankan sosok Dilan dan Milea pun turut merayakan anniversary tersebut.
  2. Terus memainkan romansa Dilan dan Milea. Iqbaal dan Vanesha terus saja memainkan perasaan mereka berdua. Pernyataan rasa suka dan sayang keduanya bisa membuat orang penasaran akankah seperti apa filmnya jika pemainnya saja juga sudah jatuh cinta satu sama lain. Seperti halnya ketika Vanesha berjanji akan menyusul Iqbaal ke USA ketika hari wisudanya jika penonton Film Dilan mencapai 7 juta penonton.
  3. Memenuhi undangan beragam acara show dan gosip. Menjadi Dilan dan Milea yang sedang hits, tentu saja akan menyibukkan Iqbaal dan Vanesha untuk promo film tersebut. Namun tenang saja, dengan memenuhi undangan beragam acara televisi, mereka sudah sekaligus turut mempromokan filmnya tersebut.

Finally, Film Dilan tak hanya membawa kisah cinta masa SMA yang sekarang tentunya sudah menjadi kenangan antara mereka, antara Dila dan Milea sesungguhnya. Lebih dari itu, Dilan mengajarkan kita banyak hal. Film Dilan pun akan membawa kita bernostalgia pada masa tahun 1990an. Dan sejujurnya membawa saya ingin mengenal Bandung, kota penuh cinta. Selamat menikmati Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990.

 

Leave a Reply

Go Top