Belajar Menjadi Peneliti part 1 : Meneliti Kemampuan Literasi Sejak Dini

Hello, setelah melewati sekian purnama untuk menyelesaikan beberapa project yang ku ambil sebagai seorang freelance, akhirnya memiliki kesempatan kembali untuk berbagi cerita di blog ini. 😀

Kali ini yang akan menjadi cerita adalah sebuah pengalaman menjadi asisten peneliti. Ya, cita-cita awalku adalah menjadi seorang dosen, tapi sampai sekarang memang belum kesampaian, doakan terwujud di kemudian hari ya! 🙂 Karena cita-cita inilah saya banyak mendekati para dosen kuliah untuk menimba ilmu yang lebih dari pada teman yang lain, menawarkan diri untuk membantu tugas-tugas mereka. Ini manjur untuk kalian yang ingin mendapatkan ilmu berlebih selama kuliah loh.

Kembali lagi pada cerita tentang asisten penelitian ya, selama beberapa bulan terakhir, saya mendapatkan 2 job asisten penelitian yang memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya karena sama-sama dari bidang penelitian pendidikan, perbedaannya adalah satunya akan membahas mengenai literasi dan satunya agi lebih pada bidang psikologi yaitu ekspresi wajah.

Yups, mari kita bahas satu persatu dari kedua penelitian ini ya.

Literasi pada Anak Usia Dini

Job asisten penelitian pertama ini datang dari dosen saya sendiri yang saat ini menempuh PhD nya di negeri kincir angin. Meskipun bukan berstatus sebagai mahasiswanya lagi, komunikasi tetap terjalin harmonis (tetep aje merasa mahasiswanya kalau lagi diomelin beliau, pis!). Iseng awalnya saya menawarkan diri untuk membantu apa saja yang beliau butuhkan dalam kegiatan kuliahnya (dulu sering bantuin ngajar, keterusan minta jatah terus ke beliau, hihihihi). Ini penting banget nih, untuk kalian yang ingin menambah jaringan, atau ilmu, SERING-SERINGLAH MENAWARKAN DIRI, tentu saja menawarkan diri dalam sisi positif seperti membantu mengajar, meneliti, atau apalah. Saya dulu pernah nih, menawarkan bantuan asisten dosen, padahal tugasnya cuma klik klik presentasi doang…. hahaha,tapi udah bangga banget karena ikutan seminar beliau kemanapun, pengalamannya seru banget.

anak-belajarrr

Dari keisengan saya menawarkan bantuan itu, tak dikira ternyata mendapat respon yang positif. Saya menerima sebuah pesan singkat via Whatsapp yang isinya mengajak saya untuk bergabung dalam penelitian PhD nya di sebuah Taman Kanak-kanak di Surabaya. Tentu saja, saya……. terima dong! hahahaha… kesempatan langka yang tidak akan disia-siakan untuk belajar lebih lagi, meskipun saat ini saya sudah tidak mengenyam bangku kuliah (tetep ngeyel mau kuliah S2, :p)

Kontrak menjadi asisten peneliti saya mulai di bulan agustus 2017. Kami bertemu untuk membahas kegiatan penelitian ini langsung di TKP, sebuah sekolah miliki universitas di Surabaya. Ternyata saya tidak sendirian, ada seorang lagi rekan yang saya sudah kenal sebelumnya di acara komunitas pendidikan. Beliau adalah seorang owner bimbingan belajar khusus matematika di Surabaya. Wah, klop nih! Bisa belajar banyak saya dari beliau berdua. Yaaaa apalah saya yang hanya butiran debu.

Kami bertiga kemudian menjalani beberapa pertemuan untuk membagi tugas. Semua file-file yang penting kemudian di kirim via email. Dan, kelebihan dosen saya satu ini adalah selalu memberikan file dalam bentuk bahasa Inggris! yes, beliau tak pernah melewatkan kesempatan agar kami selalu belajar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa. Satu-satu file yang telah dikirim kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia agar memudahkan kami untuk memahami alur penelitian dan mempersiapkan media yang ada. Meski telah memiliki pengetahuan selama perkuliahan, tetap saja ini menjadi saat aplikasi ilmu yang tidak mudah.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yang pertama pre test, lalu pemberian treatment, dan diakhiri dengan post test. Semua sudah dirancang dan dipersiapkan dengan matang, namun tentu saja, rencana belum selalu berhasil 100% dilapangan. Mengingat subjek penelitian kami adalah anak usia dini tentu mengaturnya tak semudah berbicara pada anak SMP, SMA, dan Kuliah. Anak usia dini lebih rentang dengan kebosanan, capek, engga ngerti, dan segala macam kelucuan tingkah mereka. Pernah disuatu ketika tes yang kami berikan banyak yang bolong tidak dijawab hanya karena capek, atau melihat temannya yang lain bermain dan kemudian dia tergoda main juga. hehehe… Tentunya kami tidak boleh memaksa, apalagi marah, sehingga kami pun menyediakan stok kesabaran sebanyak mungkin.

Dalam beberapa bulan ke depan, kegiatan penelitian dan pemberian treatment sudah terjadwal dengan baik, demikian juga dengan pre test yang telah dilakukan dan post test yang segera menanti di akhir penelitian. Beberapa kegiatan sudah disiapkan berikut dengn medianya, ada tracing huruf, menempelkan huruf menjadi kesatuan nama, bercerita tentang merencanakan ulang tahun, bermain bola nama, berbagi mainan dengan teman, mencari harta karun, dan sederet kegiatan permainan lain yang benar-benar tak kusangka itu semua dapat melatih kemampuan literasi pada anak. Fyi, kemampuan literasi ga hanya berkutat pada baca dan tulis ya, tapi juga kemampuan bercerita, cmiiw.

11 Manfaat Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) Bagi Anak

Tahapan-tahapan telah kami lalui, tibalah saatnya untuk post test. Namun, kabar buruknya datang, Sang Dosen tidak dapat turut menemani kegiatan post test karena harus kembali ke Belanda untuk meneruskan kuliahnya. Semua urusan penelitian kemudian dihibahkan pada kami berdua. What? Oke, pasti bisa! (berdoa dalam hati). Setelah membereskan file-file yang akan dipersiapkan untuk keperluan post test, mulailah kami berdua menyusun strategi untuk post test, mulai dari medianya, lembar penilaiannya, hingga camilan yang cocok sebagai hadiah untuk anak-anak seusai mengerjakan post test. Wah, selesai melakukan post test, data kemudian kami proses dan kirim menggunakan email berikut foto-foto dokumentasinya. Tak lupa, sebelum berpamitan meninggalkan tempat penelitian, kami memberikan hadiah kepada adik-adik untuk belajar.

Itulah teman-teman, sedikit pengalaman menjadi asisten peneliti. Nantikan part 2 nya menjadi asisten peneliti berikutnya. Untuk artikel mengenai literasi untuk pendidikan anak usia dini di blog Skulaedu.net.

Terimakasih!

Sumber gambar: www.google.com

Tinggalkan Balasan

Go Top