Bikin Media Belajar Sendiri? Siapa Takut!

Judul lebay dan alay ini berawal dari dosen saya. hehehe… Beliau selalu peduli dengan anak usia dini yang menjadi fokus penelitiannya. Ketika beliau mengajak saya untuk bergabung menjadi tim penelitiannya, saya sumringah dan tentu saja galau. Kenapa pakai galau? karena gimana dengan my little explorer ya? Alhamdulillah, begitu ku utarakan kesulitanku, beliau dengan semangat memperbolehkanku membawa Royyan ketika penelitian. Toh juga, beliau akan membawa anaknya. Hitung-hitung kami adalah ibu rumah tangga yang berkarya untuk pendidikan. Halah, apa aja sih…..

Membawa Royyan dalam penelitian yang juga membahas anak usia dini (Royyan usia 3th) tentu saja Ibu Dosen ini sedikit-sedikit melihat bagaimana Royyan belajar dan aku sebagai ibu memfasilitasi belajarnya. Beliau melihat Royyan sebagai anak yang cepat belajar dan tertarik terhadap segala benda.

Disuatu ketika, ada benda yang menarik perhatian Royyan, yaitu berupa wayang yang dilukis sederhana dengan spidol dan diwarnai krayon. Wayang tersebut dilapisi laminating agar dapat berdiri tegak, dan tak tampak ada sesuatu yang menarik dari wayang kulit yang sudah terkenal. Lalu apa yang membuat wayang tersebut istimewa di mata Royyan? Itu karena di wayang tersebut menampakkan dua sisi emosi anak. Satu sisi menggambarkan emosi bahagia, satu lagi menampakkan wajah anak yang menangis. Melihat Royyan yang begitu antusias dengan wayang itu, langsung aja bu Dosen memintaku untuk membuatkannya untuk Royyan (dengan dasar bahwa saya adalah alumni Teknologi Pendidikan, perancang media pembelajaran) dengan kata HARUS. Glek, gimana mau buatin Royyan wayang, orang saya kalau ngegambar aja ga jelas rupanya. hahahahaha… Dan apa selanjutnya? saya tidak pernah membuatkannya wayang itu sampai sekarang.

Baca juga: Belajar menjadi peneliti part 2: Penelitian Literasi Anak Usia Dini

Lalu cerita medianya dimana? hehe…. Dari situ memang akhirnya saya kepikiran terus, gimana nih ibunya lulusan Teknologi Pendidikan yang notabene melahirkan para pembuat media, tapi gak bisa bikin media untuk anak sendiri. Saya benar-benar tak ahli menggambar. Namun saya tak kalah akal, prinsip saya harus ada media belajar Royyan yang saya sesuaikan dengan kebutuhannya.

Merancang dan Melahirkan Media

Dari situlah saya mencari berbagai referensi media yang DIY, dan mudah untuk dibuat. Maklum sajalah, saya tidak pandai gambar. Jadi pakai gambar yang simpel namun penuh dengan pelajaran. Massuuuukkk… 😀

Hasil referensi saya merujuk pada sebuah akun di instagram (yang tidak dapat saya sebutkan) mebuat berbagai macam printable learning activities. Oke saya siap! Berbekal pengalaman seadanya, saya membuat PLA itu. Tentu saja, saya modifikasi dan sesuaikan dengan tingkat belajar Royyan. Tak lupa saya tambahkan dasar teori dari Permendiknas PAUD. Ke-TP-an kan walau hanya Ibu Rumah Tangga biasa?

Saat ini PLA itu masih tahap pengembangan, karena saya akan beri intipannya saja dulu ya. Untuk lebih lengkapnya akan saya taruh di www.skulaedu.net.

Slide4
Seri Persamaan dan Perbedaan Bentuk. Copyright Skulaedu

Sederhana ya? Hehe, Insyaallah bermanfaat bagi anak usia dini yang masih belajar. NAntikan versi fullnya ya di blog skulaedu.

2 thoughts on “Bikin Media Belajar Sendiri? Siapa Takut!

  1. Mantap sharenya mak mutt sukses ya 😘 .. Sering2 share DIY buat media belajar anak, bisa buat bikin sdr d rumah, kalau ada yg ramah lingkungan jadi bs juga mengajarkan cinta lingkungan pada anak usia dini.

Leave a Reply

Go Top