Berpamitan dengan TK Twinkle: Sayonara Anak-anak manis

“Anak-anak selalu jadi orang yang mengingat kita dengan tulus, karena itu berilah kesan yang baik saat bersama mereka”-KataMutiara

IMG-20180930-WA0000
Saya dan salah satu siswa penelitian

Masih sisi lain dari cerita bagaimana perjalanan saya menjadi asisten penelitian dosen. Ah, terlalu banyak yang menjadi cerita jika kita berhubungan dengan anak-anak manis ini. Bagaimana tidak, tingkah mereka begitu lucu, pintar dengan menjawab pertanyaan, dan selalu heboh dengan kedatangan kita. Sweet deh!

Dengan latar belakang cerita di TK Twinkle, sebuah TK yang rupanya cukup mahsyur di daerah Ketintang Surabaya. Pertama kali memasuki sekolah ini, kesan minimalis tampak terlihat, meskipun dengan lahan yang tidak terlalu luas, mereka memberikan fasilitas yang baik untuk anak didik mereka. Kolam renang, prosotan, jungkat-jungkit, ruangan full AC, dan sederet fasilitas lainnya yang cukup untuk anak-anak bermain sekaligus belajar. Belajar di TK Twinkle, anak-anak juga dibekali dengan bilingual skill, dijamin pandai cas cis cus bahasa Inggris deh.

Oke, lanjut lagi ceritanya. Dalam penelitian, selain memerlukan kelas eksperimen, juga diperlukan kelas kontrol sebagai pembanding dengan kondisi tanpa dikenai treatment. Dari beberapa TK yang masuk list kami, munculah nama TK Twinkle yang dianggap memiliki karakteristik siswa yang sepadan dengan kelas eksperimen kami di Labschool Unesa.  Itulah akhirnya, pertimbangan kami sebagai tim peneliti memakai Twinkle tersebut.

Ada beberapa kegiatan yang akan kami lakukan di TK Twinkle, yaitu Pre test dan Post test. Sebagai kelas kontrol tentu saja, di TK ini kami tidak memberikan treatment lesson.  Dengan siswa yang berjumlah tak banyak, tentu saja kami mudah menghapal nama-nama mereka dan menjadi dekat satu persatu anak.

Menghadapi siswa yang begitu antusias dengan adanya orang baru, maka kami pun menjadi semangat pula. Ada beberapa kejadian yang membuat kami selalu ingat akan mereka, yaitu momen dimana ketika kami datang ke sekolah mereka, dari kejauhan sudah nampak mereka yang melambaikan tangan, bahkan ketika kami mulai memanggil mereka satu per satu untuk melakukan tes, mereka bahkan berebut ingin duluan dipanggil. Menyenangkan bukan?

Baca juga: Bikin media belajar sendiri? Siapa takut!

Sayang sekali, setelah melakukan serangkaian tes literasi kepada mereka, udah saatnya nih kami berpamitan. Meski tak langsung berpamitan satu persatu pada mereka, melihat wajah mereka saja kami sudah cukup sedih. Kami berpamitan pada Kepala Sekolah (ini yang lupa ga kefoto!) dan beberapa guru, yang paling sedih justru ketika dadah-dadah kepada anak-anak. Sayang sekali mereka masih pelajaran ketika kami berpamitan. Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi ya!

IMG-20180930-WA0009
Sesama pipi gembul
IMG-20180930-WA0005
Kira-kira si anak lagi mikir apa ya? hehehe

Tinggalkan Balasan

Go Top