BPN 30 Days Blog Challenge : Sejuta Kenangan di Kota-kota yang Pernah Ku Tinggali (Day 7)

BPN 30 Days Blog Challenge day 7-Mutiara's Land

Hai semua, masih mantap meneruskan challenge hingga hari ke 7. Sebenarnya tema pada hari ini tentang warung makan/resto favorit menurut versi diri sendiri, namun saya menyadari bahwa saya tidak memiliki banyak data mengenai resto yang favorit. Laluu.. Okelah, saya coba untuk mencari tema pengganti, dan ini saya rasa lebih cocok menggambarkan saya. Yap, tema tentang kenangan tentang kota-kota yang pernah ditinggali.

Ada 3 kota di Indonesia yang memiliki kenangan tak terkira dalam hati saya. Di kota-kota ini saya lahir, tumbuh, dan berkembang menjadi manusia, menjadi makhluk Tuhan yang baik. Di kota-kota ini, terukir manis kenangan akan masa kecil, hingga kota dimana aku mulai merasakan namanya jatuh cinta! Yuk, jangan lupa dibaca hingga habis ya.

Kota pertama, Palembang

Saya lahir di kota ini, pada pertengahan tahun 1992. Di Palembang, sebuah kota yang cukup besar di pulau Sumatera. Aku menyebut kota ini sebagai kampung halaman, yang biasanya orang sebut karena merasa ini sebagai identitas asal mereka. Dikota ini, terdapat keluarga besar dari ibuku, keluarga yang begitu dekat. Aku bilang keluarga besar ya, karena ibuku 14 bersaudara yang sebagian besar menetap di kota ini, dan sebagiannya lagi merantau ke pulau seberang, bahkan ke negeri orang. Di kota ini, aku menyimpan kenangan masa kecil yang bahagia. Sungguh, jikalau dapat waktu diputar, ingin rasanya kembali ke masa dimana aku berada di kota ini. Saat ini, aku masih sering mengunjungi kota ini di kala mudik hari raya.

Kota kedua, Jambi

Jambi adalah kota kedua yang saya anggap memiliki sejuta kenangan. Di kota ini, tahun-tahun saya menjadi balita hingga duduk dibangku sekolah pertama kalinya saya rasakan. Ayah saya dipindahtugaskan ke kota ini dari kota Palembang. Disinilah aku merasakan bangku sekolah TK dan SD tahun pertama yang begitu mengasyikkan. Dimana cerita tentang perjalanan pulang sekolah yang masih saja kami menemui angsa yang suka menyosor, menelusuri jalanan dengan berjalan kaki, berbelanja di “mall” yang pertama kalinya dulu ada dan satu-satunya disana, yaitu Matahari. Dahulu di Jambi, Matahari tidaklah dept. store yang hanya berjualan fashion saja seperti saat ini, tapi juga keperluan sehari-hari. Jadi dulu Matahari adalah tempat berbelanja bulanan seperti deterjen, minyak, dan sebagainya. Lebih mengasyikkan lagi jika menghabiskan malam di mini ancol ala kota Jambi dahulu, ditemani jagung bakar dan es tebu yang menggugah selera.

Jika suatu saat saya diberi kesempatan untuk mengelilingi sebuah kota, mungkin kota yang akan saya sebutkan adalah Jambi. Ingin sekali rasanya mengulang masa-masa kecil dahulu.

Kota ketiga, Surabaya

Ayah dipindahtugaskan kembali oleh kantor, kali ini di kota Surabaya. Kota ini menjadi kota terakhir perjalanan dinas ayah. Sebenarnya beliau ditawari untuk pindah lagi ke Makassar, tapi beliau menolaknya dan lebih memilih menetap di Surabaya.

Surabaya menjadi saksi dimana saya tumbuh dari anak-anak menjadi orang dewasa. Saya melanjutkan studi, merasakan jatuh cinta, menikah, dan memiliki anak, saya alami di kota ini. Kota ini memberikan saya banyak ilmu dan wawasan. Sayang sekali saya jika harus meninggalkan kota ini, ya karena kota ini menawarkan fasilitas yang tidak hanya secara ekonomi, tapi juga fasilitas pendidikan yang lengkap dan terjamin.

Ya teman, itu tadi cerita tentang kota-kota yang memiliki kenangan khusus dengan saya. Kalau teman, ada kota yang memberikan sejuta kenangan?

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Go Top