BPN 30 Days Blog Challenge : Surat untukmu, Suami! (Day 14)

BPN 30 Days Blog Challenge day 14-Mutiara's Land

Hari ini saya memilih tema yang tidak biasanya. Saya tidak ahli menceritaka tentang zodiak, meski dahulunya saya penggemar berat membaca ramalan bintang di majalah-majalah remaja. Entah kenapa saya merasa tidak cocok lagi membaca ramalan zodiak tersebut. Mungkin perasaan saya lebih ke takut ya, takut kalau dengan membaca ramalan tersebut saya jadi sedikit meng-iya-kannya. Nah loh, jadi jalan kearah syirik. Meskipun banyak orang berkata hanya untuk senang-senangan saja.

Oke karena ingin mencari tema lain, saya memutuskan untuk menulis ini saja, sebuah surat terbuka sederhana untuk si dia. Ya, si Dia yang sudah menemani hari-hariku untuk 4 tahun terakhir.

Dear suami, 

Tidak pernah terasa telah 4 tahun kebersamaan ini. Tidak ada yang pernah menyangka, kehidupan pernikahan yang dari dulu kita bicarakan sejak dibangku kuliah, ternyata seperti ini lika-likunya.

Di kampus pernikahan ini, kita belajar banyak hal. Belajar ternyata apa yang ada dalam kehidupan ini tak melulu soal teori dalam buku teks kuliah. Di kehidupan pernikahan ini ternyata tantangannya lebih banyak daripada mengikuti outbond kampus, hal yang dulu kita sukai.

Banyak hal yang kita alami dalam 4 tahun terakhir, saya dan kamu, melewati masa-masa dimana kita berdua mencoba menyatukan pikiran dan hati, yang dulu kita kira sudah sehati semenjak saling kenal. Ternyata itu belum ada apa-apanya.

Tidak banyak yang bisa ku tuliskan dalam surat ini. Hanya ingin berterimakasih saja. Mungkin terdengar klise ya, tapi saya merasa bersyukur memilikimu. Meski dirimu bukan seorang yang ku harap romantis seperti di drama-drama serial televisi. Hahahaha…

Terimakasih sudah banyak mau mengerti, dan saling mengerti. Terkadang saya galak, saya cerewet, saya semaunya sendiri. Terkadang kita marahan, tapi kita akan lebih mudah untuk berbaikan lagi. Saya senang kamu mau mengerti bahwa istrinya ini adalah tulang rusuk yang bengkok.

Terimakasih untuk sudah mau memberikan dukungan. Kamu adalah tim hore pertama bagi saya, kamu adalah orang yang percaya bahwa saya bisa. Saya tahu, kamu memberikan saya tanggung jawab, tidak lain karena kamu percaya saya bisa.

Terimakasih untuk sudah saling mengajak berkomunikasi dengan baik. Berapa banyak pasangan diluaran yang cerita pada saya betapa susahnya mengajak suami berkomunikasi. Inilah syukur saya, kita bahkan menjadi pasangan yang tak henti-hentinya saling berdiskusi. Tentunya bukan untuk berdebat, tapi untuk mendapatkan mufakat dalam memutuskan segala sesuatu.

Sekali lagi terimakasih, semoga dalam 4 tahun ini masih akan ada 14 tahun bersama, 40 tahun bersama, 400 tahun bersama, bahkan 4000 tahun bersama…

Tinggalkan Balasan

Go Top