Serunya Menjadi Asisten Trainer Blog

Ada yang disini mengawali karir dari menjadi seorang asisten? Saya akan mengacungkan diri tentu saja. Yap, saya mengawali langkah-langkah saya dalam dunia kerja dengan menjadi asisten. Saya pernah menjadi menjadi asisten dosen, asisten peneliti, dan yang terakhir menjadi asisten dosen. Wah bangga sekali bisa menjadi asisten ya? Iya, karena dengan menjadi asisten, kita bisa terjun langsung dalam pekerjaan tersebut walau tidak sepenuhnya dan tentu saja dengan bantuan dari sang boss langsung.

menjadi asisten trainer blog- mutiara's land
Saya, Bu Heni Prasetyorini (berkerudung merah muda) dan Eta (blogger) dalam pelatihan di SMAN 5 Surabaya

Nah kali ini saya memulai kisah menjadi asisten trainer blog. Awalnya adalah perkenalan saya di instagram dengan seorang trainer blog bu Heni Prasetyorini (siapa yang kenal beliau jugaaa? Ngacung yuk!). Dan ternyata beliau juga berdomisili satu kota dengan saya. Wah Alhamdulillah ya, rezeki emang ga kemana.

Baca juga : menjadi generasi millenial, raih 4 keuntungan ini

Singkat cerita, saya kemudian bertatap muka dengan beliau ketika saya mengikuti pelatihan yang beliau adakan di DiLo Surabaya. Kami pun bertukar nomer telepon, berkomunikasi via whatsapp, instagram, dan sosial media yang lain. Sampai pada suatu saat, saya mendapat sebuah pesan whatsapp yang menanyakan kesediaan saya untuk menjadi asisten beliau bersama para blogger yang lain. Jangan nanya respon saya yaaa? Jelas mau dong, hahahaha…..

Kami janjian di sebuah sekolah negeri di Surabaya untuk memulai latihan pembuatan blog yang sebelumnya sudah beliau isi dengan seminar tentang penggunaan blog. Wah seru sekali ya, akhirnya saya bisa belajar bagaimana melatih orang tentang blog, sebuah dunia baru yang saya masih terus belajar hingga sekarang.

Tugas menjadi asisten trainer blog ini sebelumnya saya kira cukup mudah, ternyata ada tantangannya juga. Dimana letak tantangannya? Ya, saya harus sabar melayani satu persatu pertanyaan peserta tentang blog yang mereka sedang buat. Namun seru juga, sebagai ajang latihan saya jika kelak menjadi trainer beneran.

Ini dia, catatan persiapan saya bagi kalian yang hendak menjadi asisten trainer:

  1. Tanya tentang materi pelatihannya, tujuannya sih supaya kita bisa belajar sedikit-sedikit dan mempersiapkan diri menjadi pendamping.
  2. Tanya pesertanya siapa, ini penting loh agar kita tahu siapa yang kita hadapi nantinya. Kita juga bisa mempersiapkan kata-kata apa saja yang bisa digunakan nantinya.
  3. Tanya lokasinya, supaya pas hari H kita ga kesasar! Ga lucu gitu ya kalau tetiba udah ditunggui ternyata kita ga sampe-sampe karena kesasar. Tahu lokasi juga akan memudahkan kita untuk menggunakan baju apa yang bisa dikenakan.
  4. Sediakan waktu yang cukup panjang. Ketika kita tahu bahwa pelatihannya akan 2 jam misalnya, maka sediakan waktu lebih dari 2 jam untuk melangkah ke agenda selanjutnya. Penting ini karena pasti akan ada molor waktu dan berbincang-bincang dulu dengan trainernya. Pasti tidak lucu kalau sebagai asisten kita undur diri ditengah-tengah pelatihan yang sedang berlangsung.
  5. Ucapkan terimakasih. Ini sebagai bentuk senang karena telah dilibatkan di pelatihan beliau.

Udah deh, mungkin itu saja yang bisa saya bagikan tentang persiapan menjadi asisten trainer. Pastikan kesiapanmu sebelum menjadi asisten bagi orang lain ya! karena jika kamu sukses di satu kesempatan menjadi asisten, Insyaallah nanti bisa dipanggil kembali atau malah diajak berkolaborasi. Seru kan? Kalau kalian, ada persiapan khusus lainnya ga ya??

2 thoughts on “Serunya Menjadi Asisten Trainer Blog

Tinggalkan Balasan

Go Top