Blog dan Sumbangan Sederhana untuk Desa di Era Digital

Blog dan Sumbangan Sederhana untuk Desa di Era Digital

Awal Cerita Saya dan Blog

Saya mungkin sudah mengenal dunia blog sejak di masa sekolah. Dulu saya kira blog hanya menjadi tempat untuk curhat pengganti dari diary yang booming di zaman ketika saya masih duduk dibangku sekolah, yang bercerita tentang apa makanan favorit, minuman favorit, hingga warna yang paling disukai.

Saya dulu termasuk pada barisan mengganti tulisan curhatan dari diary ke blog. Saya menulis cerita tentang apa saja yang saya alami, tentu saja dengan gaya khas anak muda, termasuk menulis puisi-puisi alay yang jika puisi itu saya baca saat ini mungkin saya akan terbahak-bahak membacanya. Mengapa saya dulu sealay ini? Ah, sudahlah, namanya juga anak muda!

Kesibukan sekolah dan dilanjutkan dengan kuliah membuat saya melupakan blog. Saya ingin mengejar cita-cita saya menjadi dosen, karena itulah saya bersungguh-sungguh belajar demi meraih IPK yang memuaskan.

Bertemu Dosen Blogger

Di bangku kuliah, saya bertemu dengan salah seorang dosen yang ternyata adalah blogger. Walau bukan full time blogger yang memiliki jam terbang tinggi, ternyata beliau memiliki kecintaan terhadap menulis, apalagi menulis tentang pendidikan anak usia dini, beberapa paper dan research dikampus pun beliau lahap, apalagi beliau juga penyuka travelling, jadilah cerita PhD life beliau kemudian menjadi salah satu tulisan yang saya nantikan selalu di update blognya.

Kedekatan saya dengan beliau turut membawa semangat menulis saya kembali. Beliaulah yang kemudian menjelaskan bahwa blog tidak hanya berupa diary curhat-curhatan saja, tapi bagaimana bisa menunjukkan siapa kita kepada khalayak ramai. Beliau juga menjelaskan bahwa blog bisa dijadikan sebagai ajang menunjukkan apa yang kita pelajari lewat tulisan, semisal saja kita mempelajari tentang ekonomi, maka tulislah sedikit buah pemikiran kita tentang ekonomi. Diakhir cerita, beliau menyampaikan keoptimisan beliau jika kita mau untuk terbuka menjadikan blog sebagai folder hasil karya kita.

Bangkit Lewat Blog

Selepasย  masa kuliah, wisuda, dan bekerja, akhirnya saya memutuskan untuk menikah. Menjalani masa-masa transisi menjadi ibu akhirnya saya dapati. Saya yang harus resign dan berkarya dalam rumah tetap saja tidak mau diam. Lambat laun saya aktif kembali menulis, dan menemukan diri saya lebih bermanfaat ketika menuangkan ide-ide lewat karya tulis di blog. Yap, saya akhirnya resmi menjadi narablog!

Menjadi narablog ternyata mengenalkan saya pada orang-orang yang hebat, saya bisa berkenalan dengan president salah satu program ekonomi kreatif besutan pemerintah. Saya juga bisa berkenalan dengan para penulis dan para narablog lainnya. Tentu saja kesempatan ini tidak saya sia-siakan, saya harus belajar dengan sungguh-sungguh!

Belajar bangkit lewat blog tentu saja bukan hal yang mudah. Saya yang masih saja nurut dengan rasa malas, harus mulai berpikir bagaimana mengolah kata agar enak dibaca, menarik, tidak membosankan, dan tentu saja disukai para pembaca. Saya berpikir keras, apa yang harus saya tulis? Tentang sebuah perjalanan? Ah, bisa ke mall sebulan sekali saja sudah Alhamdulillah! Tentang kecantikan? Haduh, saya bisa pakai lipstik cantik tanpa belepotan saja rasanya sudah sumringah! Atau tentang fashion? Hmmm, koleksi gamis saja hanya itu-itu saja, dan saya pun tak pandai padu padan. Bagaimana ini? Mau nulis tentang apa?

Posting Blog WordPress yang Selalu Menjadi Andalan Dari Awal Menjadi Narablog (sumber: Pixabay.com)

Ah, mengapa jadi sangat risau mengenai bahan apa yang akan ditulis. Saya memiliki keminatan di ranah pendidikan, selalu ingin mencoba mengahdirkan sesuatu dalam dunia pendidikan, mengapa tak dicoba memulainya dari menulis blog?

Singkat cerita, saya memulai debut menulis di bidang pendidikan. Awalnya saya membuat sebuah media sederhana, kemudian saya buat konten sederhana dan saya upload. Jadilah ini menjadi konten pertama saya, tentu saja bukan di blog ini. Saya membuat blog khusus ranah pendidikan.

Menyumbangkan Sedikit Pengalaman untuk Desa

Mengapa sedikit pengalaman? Karena memang saya merasa pengalaman ini barulah sedikit, dibanding dengan mereka yang telah menjadi narablog sukses.
Saya dan Tim beserta Peserta Pelatihan Web di Desa Tambak Oso, Sidoarjo (Sumber: DOkumen Pribadi)

Lambat laun kebisaan saya menulis akhirnya bisa sampai ditelinga banyak orang. Dengan bantuan sang suami, saya kemudian diperkenankan untuk membagi pengalaman menulis kepada teman-teman karang taruna yang sedang mengembangkan web Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mereka. Wah, pengalaman pertama yang sangat berharga. Dari sini kemudian saya banyak belajar tentang bagaimana mengelola sebuah web dengan banyak orang yang berkontribusi. Ya, karena selama ini saya berkutat pada blog pribadi dan blog khusus yang menampng ide dan karya tulis saya dalam bidang pendidikan itu saja.

Dua hari kami melakukan pelatihan singkat dan langsung praktik bersama peserta lain. Alhamdulillah, kini mereka sudah bisa untuk membuat konten sederhana untuk mengulas tentang produk lokal andalan desa mereka. Memanglah tujuan dari adanya pelatihan ini agar para karang taruna yang menjadi tombak desa bersigap dengan industri digital saat ini, dan harapannya membawa kemajuan bagi desa.

Bangga Menjadi Narablog di Era Digital

Yap, saya begitu bangga menjadi narablog di era digital ini. Meski mungkin saja saya yang masih pemula, namun resolusi saya kedepannya bisa belajar menjadi narablog yang lebih baik, dengan segudang rencana belajar. Mudah-mudahan saja semua diberi kelancaran. 2018 menjadi tahun yang baik untuk saya bisa menemukan dan mengembangkan bakat diri sendiri. Tentu saja selain itu, bisa bermanfaat bagi orang lain. Semoga di 2019, bisa berkarya lebih dari tahun-tahun sebelumnya.ย 

Tulisan ini didedikasikan untuk bang Nodi Harahap yang menantang para narablog untuk berbagi kisah kebanggaan di era digital. Selamat berkarya semua!

6 pemikiran pada “Blog dan Sumbangan Sederhana untuk Desa di Era Digital”

  1. So inspiring mbaaak. . Berbagi manfaat lewat blog, menjadi narablog memanglah sebuah kebanggaan.berbagi bahagia, berbagi ilmu dan banyak pengalaman hidup lewat blog. Terus semangat berkaryaa, terus menginspirasi. Salam kenaal mbak ya ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan