review novel antologi blog mutiara- 4

Sebuah Catatan dari Antologi Pertama: Skenario Langit Kehidupan

2019, menjadi tahun yang berarti bagi saya, mengapa? Karena di tahun ini, saya berkesempatan untuk menelurkan sebuah buku antologi bersama 10 orang perempuan lainnya yang tergabung dalam Institut Talenta Pena.

Buku antologi kami bertemakan tentang pengalaman pribadi yang berkesan, atau memiliki hal khusus yang akhirnya mengubah pandangan atau membawa kami dalam posisi saat ini. Saya dan 10 perempuan ini berasal dari berbagai daerah, usia, dan tentu saja berbagai profesi. Namun kami mencoba berkolaborasi menghadirkan 11 cerita yang sarat akan makna. Untuk teman-teman yang belum mengetahui tentang apa itu antologi, simak ulasan berikut ini.

review novel antologi blog mutiara- 4

Apa itu Novel Antologi?

Antologi merupakan satu dari sekian banyak jenis karya tulis nonfiksi. Antologi merupakan karya nonfiksi yang berupa cerita-cerita pendek yang ditulis oleh sekelompok orang dengan tema yang sama sehingga dapat disatukan menjadi novel yang apik.

Dalam menulis sebuah novel antologi harus ada salah satu personal yang bertindak sebagai penanggungjawab, sehingga naskah yang ditulis oleh masing-masing anggota dapat diselesaikan tepat waktu.

Kelebihan dan kekurangan menulis novel antologi

Dalam menulis novel antologi terdapat kelebihan dan kekurangannya sendiri. Beberapa kelebihan dari menulis novel secara antologi sebagai berikut:

  1. Setiap anggota mendapat paparan materi tentang menulis novel yang baik.
  2. Setiap anggota mendapat kewajiban menulis yang lebih ringan, yaitu hanya focus pada satu cerita pendek.
  3. Dalam pengerjaan novel antologi terdapat leader yang memiliki tugas untuk mengingatkan deadline pengerjaan masing-masing anggota.
  4. Proses promosi yang cenderung lebih mudah karena diampu oleh anggota kelompok lainnya.
  5. Jika menggunakan penerbitan indie, biaya lebih murah karena dibagi kepada seluruh anggota.

Tentunya dari kelebihan tersebut, ada pula kekurangan dalam menyusun novel antologi. Beberapa kekurangan tersebut sebagai berikut:

  1. Anggota dari 1 tim hanya bisa menuliskan satu cerita pendek.
  2. Anggota terbatas dalam menjabarkan ceritanya. Itu karena jumlah penulis dalam satu buku cukup banyak, sehingga setiap penulis diberi jatah beberapa halaman saja.
  3. Proses editing tidak bisa langsung setelah naskah selesai, namun harus menunggu naskah penulis lainnya terkumpul.

Skenario Langit Kehidupan, Novel Antologi Pertama

Mengambil tema tentang perjuan hidup dari 11 penulisnya, scenario langit kehidupan pun kami pilih sebagai judul dari novel antologi ini. Banyak kisah hidup yang diangkat, ada yang bercerita tentang orang tua, kisah diri sendiri dalam menggapai cita-cita, bahkan ada yang bercerita tentang musibah yang dialami ketika bencana nasional gempa bumi yang pernah melanda Indonesia.

review novel antologi blog mutiara

Kami, 11 penulis ini, membagikan cerita tentang apa yang dialami, bagaimana kesulitannya, dan solusi yang ditempuh sebagai jalan terbaik. Dari 11 cerita ini, ada benang merah terkait, yaitu kami bercerita tentang bagaimana bangkit dari problematika kehidupan dan berjuan demi kehidupan yang lebih baik.

Tak hanya bercerita tentang kehidupan dunia, Skenario Langit Kehidupan juga bercerita tentang perjelanan spiritual dari masing-masing penulis. Bahwa tak ada yang dapat terjadi didunia ini tanpa izin-Nya, itu adalah prinsip utama yang harus dipegang oleh setiap manusia.

review novel antologi blog mutiara

11 penulis pemula ini memang bukanlah penulis professional yang bisa menulis dengan cepat dan baik. Butuh waktu berminggu-minggu bagi kami untuk menemukan ide, merancang kerangka tulisan, bahkan menuliskan kata pertama. Syukur kami bisa menyelesaikan semua naskah tepat waktu.

Sambutan untuk Novel Antologi Skenario Langit Kehidupan

Setelah proses pengumpulan naskah dan editing yang cukup panjang, leader menyampaikan berita bahagia. Ya, ada beberapa tokoh yang akan memberikan sepatah kata dalam novel antologi ini. Inilah enaknya menulis novel antologi, memiliki leader yang berpengalaman sehingga memudahkan naskah kita untuk mendapatkan penerbit dan pengantar dari tokoh untuk karya tulis tersebut.

Sambutan pertama datang dari Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. Beliau yang merupakan Guru Besar Tafsir Al-Quran UIN Sunan Kalijaga dan Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Beliau juga penulis 365 Renungan Harian Al-Quran (Bandung: Mizania,2018). Dalam novel antologi ini Prof. Chirzin memberikan kata pengantar berupa mosaik kehidupan tentang jalan menuju kesuksesan.

review novel antologi blog mutiara

Prof. Chirzin juga memaparkan tentang kunci kesuksesan kehidupan di dunia adalah tawakkal kepada Allah SWT. Sambutan kedua datang dari penggerak literasi, dosen, dan penulis buku dari Jalindo dan Unesa, Much. Khoiri. Beliau memberikan motivasi dalam menulis. Sambutan terakhir dari Ketua Sahabat Pena Kita dan Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Muhamadiyah Surabaya. Sambutan terakhir ini memberikan komentar terhadap isi cerita novel antologi ini.

Ini adalah sebuah catatan tentang novel antologi Skenario Langit Kehidupan, karya pertama saya dalam dunia tulis menulis. Mesku bukan karya yang sempurna, namun kehadirannya melengkapi perjalanan karir saya dalam dunia kepenulisan. Semoga bisa diterima oleh masyarakat.

Jika ingin memiliki buku ini bisa menghubungi saya via dm Instagram di fhatrina.mutiara@gmail.com. Semoga buku ini menjadi titik awal karya selanjutnya bagi saya. Selamat mencoba.  

22 thoughts on “Sebuah Catatan dari Antologi Pertama: Skenario Langit Kehidupan

  1. Oooh saya baru paham apa sebenarnya novel antologi itu. Karena jujur saja saya belum pernah baca. saya sangat tertarik sama cover bukunya skenario langit kehidupan. Jadi ingin baca isinya.

  2. Aku emang udah penasaran seperti apa sih novel antology pas baca postingan mb di instagram, akhirnya bisa mampir kesini dan jadi tau betapa menariknya kumpulan cerita inspiratif yang bisa terkumpul dalam satu novel saja, jadi gak bosen untuk dibaca

  3. Selamat atas buku antologi pertamanya. Semoga menjadi motivasi untuk melahirkan karya-karya berikutnya 🙂

  4. Selamat untuk antologi pertamanya ya mbak. Semoga makin sukses dan disusul karya selanjutnya.
    Berarti ini masing” cerita berdiri sendiri atau nyambung ya mbak
    Maksudnya kumpulan cerpen atau memang novel 1 cerita?

  5. Pengen banget ikut antologi novel tapi memang ini nggak mudah. kayaknya aku harus mempelajari banyak hal nih mba. Makasih sudah berbagi ya mba

  6. Wah keren. Udah lama aku gak nulis buku antologi. Terakhir tahun 2011. Total baru 3 buku antologiku. Huhu, kepengen lagi deh ih nulis buku antologi.

  7. Mbak aku kok masih bingung ya antalogi novel ini kok nulisnya satu cerpen, lalu apa bedanya dengan antologi kumpulan cerpen? Tdnya kupikir satu novel dengan satu tema, tokoh yang sama dll, tapi dipikirin bareng2 hehe. Maaf masih awam ttg ini….
    Btw selamat buat bukunya yaaa 😀

Tinggalkan Balasan

Go Top