Kerik Jamu, Program Pinjam Buku Gratis di Alfamart

Kerik Jamu, Program Pinjam Buku Gratis di Alfamart

Pagi ini tak seperti pagi-pagi saya biasanya. Jam menunjukkan pukul 09.00 WIB, saatnya saya harus berangkat menuju Perpustakaan Bank Indonesia di kawasan Darmo, Surabaya. Hari ini saya mendapat undangan untuk menghadiri launching sebuah program non profit yang keren, Kerik Jamu. Mendengar namanya yang unik, saya pun tergelitik, program apakah ini? Nah, berikut ini saya ceritakan tentang apa itu Kerik Jamu.

launching kerik jamu blog mutiara fhatrina

Apa itu Kerik Jamu?

Kerik Jamu adalah singkatan dari tuKER plastIK pinJAM bukU, sebuah program yang digagas oleh Oliver Utomo Budiman, seorang remaja asal Jakarta berusia 18 tahun yang sangat cinta terhadap buku. Program Kerik Jamu adalah program pinjam buku gratis yang dilakukan dengan menukarkan sampah plastik. Kerik Jamu bertujuan untuk dapat meningkatkan minat baca anak-anak dengan menghadirkan buku-buku bacaan selangkah lebih dekat dengan kawasan pemukiman sehingga memudahkan anak untuk dapat meminjam. 

Diawali dengan keprihatinan minat baca anak Indonesia yang masih rendah, Kerik Jamu hadir sebagai salah satu media untuk mendekatkan anak kepada buku. Oliver, sebagai penggagas utama dari program ini pun bercerita bahwa Ia merasakan manfaat yang luar biasa dari membaca buku. Namun Oliver pun menyadari bahwa tidak setiap anak beruntung untuk dapat memiliki buku yang berkualitas karena keterbatasan ekonomi.  

Launching Kerik Jamu blog by Mutiara Fhatrina

Beruntung, gagasan mulia Oliver disambut baik oleh keluarga, sehingga lahirlah Kerik Jamu ini, sebagai wujud kepedulian Oliver terhadap minat baca anak Indonesia. Program Kerik Jamu sendiri kemudian di launching bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2019. Di acara launching ini, diadakan talk show seputar Kerik Jamu dan literasi masyakarat dengan menghadirkan para orang-orang yang concern dibidangnya. 

Launching Kerik Jamu di perpustakaan Bank Indonesia di Surabaya mengusung tema “Waktunya Anak Indonesia Bercerita” ini disambut sangat antusias oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Surabaya, Musdiq Ali. Beliau menegaskan bahwa program Kerik Jamu ingin sejalan dengan program yang telah ada di Dinas Perpustakaan Surabaya, yaitu dengan menghadirkan TBM (Taman Baca Masyarakat) di sekolah dan pemukiman masyarakat. 

Launching Kerik Jamu blog by Mutiara Fhatrina

Tidak hanya hadir sebagai  keinginan untuk meningkatkan minat literasi anak, namun Kerik Jamu juga sebagai bentuk kepedulian Oliver terhadap lingkungan. Ibu Tiara, orang tua Oliver, menceritakan bagaimana Oliver memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak kecil yang diajarkan oleh neneknya. Prihatin dengan  banyaknya sampah yang menumpuk dimana-mana dan mencemari lingkungan, Oliver kemudian menggagas bahwa peminjaman buku harus disertai dengan penukaran tiga buah sampah plastik.

Dimana bisa menemukan Kerik Jamu?

Saat peluncuran hari pertama, Melvi Tampubolon selaku Ketua Yayasan Kerik Jamu mengungkapkan bahwa saat ini Kerik Jamu telah hadir di 50 gerai Alfamart di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Hal senada juga disampaikan oleh Nur Rachman, perwakilan dari Alfamart. Beliau menyatakan bahwa Alfamart siap mendukung sepenuhnya program Kerik Jamu dengan menghadirkan lemari-lemari buku milik Kerik Jamu di gerai Alfamart. 

Info lokasi Gerai Alfamart yang terinisiasi dengan Kerik Jamu di sini.

Proses peminjaman buku di gerai Alfamart pun ini tergolong mudah. Bagi anak ataupun masyarakat yang ingin meminjam buku, hanya perlu menyetorkan 3 buah sampah plastik (bisa dalam bentuk botol minuman, atau bungkus makanan ringan) kepada kasir, kemudian dilakukan pendataan nama dan nomer telepon. Sesimpel dan ringkas itu untuk dapat meminjam buku di Kerik Jamu. Nur Rachman juga menyatakan bahwa Alfamart siap untuk menyediakan lebih banyak gerai yang dapat menjadi tempat bagi Kerik Jamu. 

Apakah dengan adanya Kerik Jamu ini akan mengurangi performa Alfamart dalam melayani pembeli? Nur Rachman pun menanggapi dengan senyuman. Menurutnya, kasir Alfamart yang telah diberi pengarahan untuk dapat melayani peminjaman buku tanpa menggangu proses pembelian produk lainnya. 

Salut untuk Alfamart yang bersedia menjadi rekan Kerik Jamu dalam meningkatkan minat baca anak Indonesia. Dan, saya juga baru mengetahui jika sampah yang ditukarkan ketika peminjaman buku di Kerik Jamu ini ternyata dikelola oleh Alfamart secara mandiri. Jadi Alfamart, tidak hanya gerai ritel saja ya pemirsa, namun juga memiliki sumbangsih terhadap perlindungan lingkungan dari sampah. 

Berkontribusi sebagai donatur buku di Kerik Jamu? Bisa banget!

Sebagai pecinta buku dan aktivitas membaca, hadirnya Kerik Jamu pun menambah semangat saya untuk turut berkontribusi juga. Lalu bagaimana caranya? 

Melvi Tampubolon menjelaskan, masyarakat bisa menjadi donatur buku di Kerik Jamu. Cukup dengan membawa buku ke gerai Alfamart yang telah dilengkapi dengan rak Kerik Jamu, lalu konfirmasi kepada kasir untuk dilakukan pendataan. Buku apa saja yang boleh disumbangkan? Tentunya buku-buku cerita anak ya. 

Melvi pun melanjutkan, Kerik Jamu mengapresiasi adanya donatur buku., “Kerik Jamu akan memberikan hadiah berupa tumbler bagi donatur dengan menyumbangkan minimal 25 buku.” Wah, kalau ini tentunya mendukung program pengurangan plastik ya, salut untuk Kerik Jamu!

Apa hanya donatur saja yang mendapat hadiah? Tentu saja tidak, bagi peminjam buku yang telah mengembalikan pinjaman tepat waktu, Kerik Jamu pun memberikan hadiah berupa sedotan bambu.  Anti Plastik, Dukung Kebersihan Lingkungan Lewat Membaca Yes!

Surabaya, Program Literasi, dan Cinta Lingkungan

Satu hal yang menjadi pertanyaan kita semua, Mengapa Surabaya yang menjadi kota pertama di peluncuran program Kerik Jamu ini? 

Surabaya ternyata adalah kota yang dekat dengan program literasi kepada masyarakat. Musdiq Ali, selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya menerangkan, TBM (Taman Baca Masyarakat) yang dibangun oleh  oleh pemkot telah mencapai 461 buah yang tersebar di kelurahan dan sekolah se Surabaya. Selain itu, hadirnya 2 perpustakaan utama juga menjadi pendukung program literasi ini. Hanya cukup sampai disitu? Ternyata tidak, Pak Musdiq menjelaskan bahwa di tahun ini akan ada penambahan 66 titik TBM baru. Waw, tidak tanggung-tanggung kota Surabaya mendukung masyarakatnya untuk dapat dekat dengan buku.  Oleh karena itu, begitu mendengar adanya program Kerik Jamu ini, Surabaya begitu siap menjadi tuan rumah pertama.

Launching Kerik Jamu blog by Mutiara Fhatrina
Dari kiri : Dinas Kebersihan Surabaya, Dinas Perpustakaan Surabaya, Psikolog Anak, Oliver, Manager Alfamart, Humas Bank Indonesia

 Bagaimana cara menarik minat membaca? Ternyata Surabaya memiliki program khusus pula untuk bisa menghadirkan 1000 pendongeng yang siap menghantarkan cerita-cerita inspiratif nan ceria kepada anak-anak se Surabaya. Saya mah tak pernah ragu dengan Surabaya!

Kerik Jamu pun mengungkapkan mengapa memilih Surabaya sebagai kota pertama peluncuran Kerik Jamu. Surabaya memiliki catatan tersendiri dalam pengelolaan sampah yang sangat baik. Hadirnya transportasi Bus Suroboyo menjadi icon cinta lingkungan.  Bus ini pun menggunakan sampah sebagai tiket agar penumpang dapat merasakan naik transportasi ini. Selain itu, Surabaya juga telah mengadakan kampung yang khusus mengelola sampah plastik menjadi beragam kerajinan tangan yang keren. Serta sekolah di Surabaya Eco School yang mengajak serta para pendidik untuk dapat berkontribusi. 

Catatan Bagi Diri Sendiri

Launching Kerik Jamu blog by Mutiara Fhatrina

Ini menjadi catatan saya sendiri setelah menghadiri launching Kerik Jamu. Disitu saya melihat adanya kekuatan keluarga yang sangat besar. Kekuatan itu tampak dari bagaimana mama dan papa Oliver mendukung penuh gagasan sang buah hati. Oliver pun diberi kesempatan untuk dapat berkontribusi untuk bangsa dengan caranya sendiri, yaitu dimulai dari hobi membaca dan cinta lingkungan. 

Saya tak membayangkan bagaimana jika Oliver tak memiliki orang tua super ini, mungkin Kerik Jamu takkan pernah ada. Namun dari dukungan orang tua ini Oliver dapat berkembang dengan baik. Ini seakan menjadi pengingat saya untuk bisa menjadi orang tua yang super bagi Royyan, buah hati saya. 

Dukungan dan kepercayaan menjadi modal utama dari orang tua kepada anak. Adanya dua hal ini yang kemudian menjadi anak dapat melejit bagai bintang yang bersinar. Ah, begitu banyak pelajaran yang saya petik hari ini. Semoga kita semua bisa menjadi orang tua super bagi buah hati ya. 

Dan semoga Kerik Jamu menjadi titik inspirasi bagi anak muda untuk dapat terus berkarya bagi bangsa. Go Kerik Jamu!

28 pemikiran pada “Kerik Jamu, Program Pinjam Buku Gratis di Alfamart”

  1. Wah, nggak nyangka ya Alfamart mendukung program dari Kerik Jamu. Semoga bisa lebih banyak Alfamart yang bergabung, pengen merasakan juga program dari Kerik Jamu ini. Kebetulan rumah saya di Bangkalan Madura.

  2. Baca judulnya aja udah bikin penasaran. Apalagi pas setelah tahu bisa pinjam buku di minimarket ini 😍 Semoga semakin meningkatkan budaya literasi di Indonesia. Aamiiiin.

  3. Lhaaa aku pikir itu jualan jamu. Oke, kreatif penamaannya. haha. Ini cara2 yg bener kreatf untuk mengurangi sampah plastik yah. Aku suka deh sekarang makin banyak orang2 yg aware terhadap sampah plastik ini. Semoga semakin banyak lagi orang2 yg aware ke depannya. Dan gak lagi buang sampah sembarangan.

  4. programnya sangat bagus dan semoga OLiver bisa didukung oleh pemerintah supaya ini jadi global dan lingkungan kita bisa semakin bersih dan masyarakat kita pun teredukasi

  5. Salut ya sama Oliver ini dengan gagasannya di Kerik Jamu untuk menumbuhkan minat baca di masyarakat dan semoga Kerik Jamu ini dapat di perluas lagi ke kota-kota lainnya

  6. Mbak ini hanya kerjasama dengan Alfamart Surabaya atau ALfamart tertentu saja? Soalnya blm pernah denger program itu di sini hehe.
    Bagus jg programnya, aku kira awalnya minum jamu atau apa gtu, ternyata utk mensosialisasikan gerakan mengurangi plastik sekaligus literasi baca ya?

  7. Ini keren banget deh programnya. Duh, coba kalo semua Alfamart di tiap daerah bikin kayak gini. Gak akan ada lagi ya kayaknya yang bilang kalo minat baca kita itu rendah.

  8. MashaAllah keren-keren banget program terbaru dari Alfamart.. Setelah mendukung bijak berplastik sekarang juga mendukung tentang minat baca di Indonesia

  9. Keren ya programnya trus masih muda juga yang bikinnya. Semoga saja dengan program ini bakal lebih meningkatkan minat baca masyarakat. Hmm kapan ya program begini ada juga di kotaku?

Tinggalkan Balasan ke Ran Batalkan balasan