Mudik Jalur Darat Surabaya-Palembang Seru! (part 1)

Mudik Jalur Darat Surabaya-Palembang Seru! (part 1)

Sebagai orang yang cinta akan kampung halaman, saya adalah orang pertama yang setuju ketika suami mengajak pulang ke Palembang, kota kelahiran saya. Ditambah lagi, suami ingin mudik kami kali ini via jalur darat dengan mengendarai KIA VISTO,super car‘ andalan kami. Wah pasti seru nih! Belum apa-apa saya sudah membayangkan  bagaimana perjalanan kami nanti. Pastinya kami akan melewati tol Trans Jawa, menyeberang dengan kapal fery, dan menjajal tol Trans Sumatera yang baru itu. 

Kami pun mulai berdiskusi panjang, kapan kiranya perjalanan ke Palembang ini? Lebarankah? Hari biasakah? Hmm, mulai bingung nih. Awalnya saya ingin rencana pulang ini pada bulan Ramadhan akhir, sehingga kami dapat merayakan lebaran bersama keluarga. Namun, ternyata suami memiliki keinginan sendiri, yaitu saat Idul Adha. Kenapa memilih mudik di Idul Adha? Tentu suami memiliki alasan tersendiri, jelas karena suasana di jalan tidak seramai ketika mudik Idul Fitri karena banyaknya masyarakat yang juga ingin berlebaran di kampung halaman. 

Sebelum melakukan perjalanan, beberapa persiapan kami lakukan, diantaranya persiapan kendaraan, bekal, hingga persiapan fisik baik untuk saya, suami serta anak kami dan ibu saya yang juga ikut. Yuk, kita bahas satu persatu persiapannya!

Persiapan Sebelum Mudik

Persiapan Kendaraan Sebelum Mudik

Banyak yang tidak percaya ketika saya dan suami bercerita kepada teman bahwa kami akan mudik dengan KIA VISTO andalan kami. Rata-rata mereka langsung melontarkan respon, “Ah masa?” Tapi tenang saja, itu hanya respon kaget, ada yang melontarkan respon lebih wow seperti, “Masa sih? Beneran?” atau “Gila, nekat kamu ya!” atau “Kalau Visto mah mobil kota, ga boleh keluar-keluar kota gitu, apalagi dibawa keluar pulau!” Dan sederet respon lainnya yang membuat kami senyum-senyum. Lah bagaimana lagi? Yang kami punya ya hanya mobil imut ini. 😀

Kami menyadari banyak kekurangan yang kami miliki mudik dengan menggunakan KIA VISTO ini. Selain karena cc yang kecil, mobil ini juga memiliki kapasitas penumpang dan bagasi sedikit. Apalagi jarak tempuh yang lebih dari 1000km ini akan ditempuh, tentu wajarlah banyak orang sangsi terhadap rencana kami ini. Oleh karena itu, kami pun harus mempersiapkan segala keperluan kendaraan agar siap untuk kami ajak membelah pulau Jawa dan sebagian pulau Sumatera. 

Dua minggu sebelum keberangkatan, suami gerak cepat dengan mengecek kesehatan mobil sekaligus melakukan tune up. Sebulan sebelumnya kami juga sudah mencicil apa saja spare part yang mungkin perlu diganti agar perjalanan kami safety.  Alhamdulillah, bengkel langganan kami juga support abis begitu kami katakan bahwa si imut ini akan menemani perjalanan kami nanti. Pemiliki bengkel yang menangani langsung mobil kami mengatakan bahwa Visto ini dalam keadaan sehat dan bisa dibawa bepergian. Asyik!

Persiapan Perbekalan

Perbekalan ini tak kalah penting dipersiapkan agar perjalanan kita lancar jaya dan mulus tanpa hambatan. Begitupun kami, sebelum tiba hari H perjalanan, kami mempersiapkan daftar apa saja yang perlu kami bawa. Mulai dari perbekalan untuk umum seperti makanan, hingga perbekalan yang bersifat pribadi. Ada beberapa tips dari saya nih untuk persiapan perbekalan, mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang juga ini melakukan perjalanan jauh. Simak ya!

Tips Menyiapkan Perbekalan Selama Perjalanan

  1. Data anggota keluarga atau siapa saja yang akan ikut serta dalam perjalanan anda. Ini penting untuk tahu apakah membawa perbekalan untuk orang dewasa atau anak-anak juga.
  2. Bagi keperluan perbekalan menjadi 2, umum dan pribadi. Untuk perbekalan yang bersifat pribadi, mintalah setiap anggota keluarga untuk dapat mempersiapkan sendiri. 
  3. Data berapa hari anda akan melakukan perjalanan, siapkan bekal (makanan) dengan memisahkan berdasarkan hari. 
  4. Bawa pakaian secukupnya dan JANGAN BAWA PAKAIAN YANG RIBET PEMAKAIANNYA. Pastikan bahan pakaian adem, tidak terlalu banyak model, serta tak gampang kusut.

5. Jika anda membawa bekal makanan berat (berupa nasi dan lauk pauk), pastikan lauk yang anda pilih adalah lauk kering yang tahan hingga beberapa hari, misalnya ayam goreng, rendang, abon. Jangan lupa juga bawa makanan instan untuk cadangan misal nasi dan lauk anda habis. 

NB: Jangan bawa nasi dan lauk terlalu banyak, karena dalam perjalanan biasanya kita akan malas makan menu yang sama berkali-kali. Cukupkan utk satu atau dua kali makan.

6. Sesuaikan bekal anda dengan kendaraan yang dibawa. Jika kendaraan anda kecil, jangan muat bekal anda di tas atau koper yang berbahan keras. Akan lebih mudah jika pakaian anda packing kedalam kantong plastik kecil-kecil sehingga mudah diselipkan di mana saja.

Usai selesai menyiapkan perbekalan, cek sekali mungkin ada yang tertinggal, terutama perlengkapan anak dan obat-obatan. Selanjutnya mari kita siap berangkaaatttt!!! 

Selama Perjalanan Mudik

Tol Trans Jawa

mudik jalur darat surabaya palembang

Bagian ini tentu saja menjadi yang paling seru. Sebelumnya saya pernah mudik ke Palembang via jalur darat, tapi itu sudah lamaaa sekali. Dan kali ini menjadi lebih semangat karena saya membawa serta suami dan anak. 

Ternyata bukan hanya saya saja yang sangat antusias, seisi mobil pun turut semangat, apalagi Royyan. Meskipun awalnya saya cukup was-was apabila dia tidak tahan berlama-lama di mobil, namun nyatanya dia cukup asik dan minim rewel saat diperjalanan. Sepanjang perjalanan, kami tidak hanya bercerita, tapi juga bernyanyi, dan doa bersama. Saya menyediakan satu flashdisk lagu-lagu anak Nussa Official khusus untuk menemaninya dalam perjalanan. 

Meski nampak enjoy saja, pernah sekali Royyan nampak gelisah, diajak makan nasi bekal perjalanan, dia tidak mau. Lalu saya pun merogoh kantong-kantong berisi persediaan makanan ringan, aaaah tak ada satu pun makanan yang disukainya. Royyan pun masih merengek-rengek. Akhirnya suami pun berinisiatif untuk menepi sebentar, mencari minimarket agar Royyan bisa turun dan sekedar memilih barang satu dua camilan agar hatinya tenang. Eh, benar saja, ternyata setelah itu Royyan sudah mulai bisa diajak melanjutkan perjalanan. Itu dia, TIPS lainnya saat travelling bersama anak adalah beri jeda setelah beberapa jam perjalanan agar anak dapat turun dari mobil dan berjalan-jalan sebentar. Ini cukup ampuh mengatasi anak yang agak rewel. Selain itu, keluarga yang lain pun bisa ikut beristirahat terutama supir. 

Membelah tol trans Jawa tentulah bukan masalah besar buat kami. Berangkat dari rumah di Surabaya sekitar pukul 3 dini hari, dan pada pukul 9 pagi kami sudah memasuki wilayah Semarang. Alhamdulillah, sepanjang perjalanan kami cukup menyenangkan. Apalagi ketika berada di tol daerah Semarang dan sebagian besar Jawa Tengah lainnya, kami disuguhi pemandangan alam yang cukup menakjubkan. 

Perjalanan dilanjutkan dengan perasaan kagum dan dag-dig-dug ketika melewati tol daerah Salatiga. Pemandangannya bagus dengan view tebing, perbukitan, dan hijaunya pepohonan dengan latar gunung yang semakin menambah keasyikan perjalanan. Track yang naik dan turun juga memberikan sensasi tersendiri, fokus pada laju kendaraan menjadi kewajiban bagi setiap pengendara. Selama perjalanan, beberapa jalur darurat ketika melewati turunan curam. Jalur tersebut berisi gundukan pasir dan ban bekas jika ada kendaraan yang mengalami rem blong. Selain itu, rambu-rambu di tol daerah ini juga cukup banyak untuk memberikan panduan sekaligus peringatan kepada setiap pengendara agar selalu berhati-hati.

Perjalanan dari surabaya via tol berakhir di gerbang tol banyumanik pada pukul 7.58. Tarif tol waru gunung-banyumanik sebesar 331 ribu, setelah beristirahat sebentar dan makan nasi dengan lauk perbekalan, perjalanan kami lanjutkan sampai pada gerbang tol kalikangkung untuk menuju gerbang tol palimanan. Salah satu landscape yang tak lupa kami abadikan adalah jembatan kali kuto yang berwarna oranye. 

jembatan kali kuto
Jembatan Tol Kalikuto

Tepat pukul 12.14 kami memasuki gerbang tol palimanan utama dengan tarif sebesar Rp. 212.500. Kemudian melanjutkan perjalan ke arah tol cikampek. Namun sebelum itu, kami yang mulai jenuh dengan perjalanan memilih beristirahat di rest area terdekat.

mudik jalur darat surabaya palembang

Rest area menjadi tempat kami berisirahat dari penatnya perjalanan. Tak disangka. kami bertemu dengan rest area yang unik dan mengesankan. Ya, ini adalah rest area daerah Brebes KM 260. Konon katanya, kawasan rest area ini adalah bekas pabrik gula. Sekarang bangunan ini sudah tidak terpakai sehingga digunakan untuk menjadi rest area. Bangunan tua yang kami masuki awalnya terlihat biasa saja, namun begitu menginjakkan kaki ke dalam suasana yang disajikan langsung berubah. 

Dinding gedung dibiarkan tanpa cat, hanya tampak pada beberapa bagian di cat layaknya mural. Unik sekali. Pada tengah-tengah gedung, tampak sebuah taman yang dikelilingi kaca. Taman ini sendiri belum sepenuhnya jadi, masih terlihat beberapa pegawai memperbaiki taman tersebut. Di sebelah kanannya, ada sebuah bangunan tinggi, tampak seperti tumpukan batu bata, namun setelah diamati dari dekat ternyata masih ada beberapa mesin tua yang dulu berfungsi ketika pabrik masih berjalan. 

mudik jalur darat surabaya palembang

Desain yang masih mempertahankan gaya lama ditambah dengan taman kaca untuk beberapa jenis satwa burung serta taman yang cukup indah menambah daya tarik tersendiri. Di area luar terdapat monumen lokomotif tua serta masjid dengan gaya “kerajaan zaman dahulu” namun sangat modern di bagian dalam. Bagian dalam masjid dikelilingi oleh kolam ikan yang menambah suasana sejuk. Di rest area ini banyak sekali dijajakan telur asin khas Brebes yang sudah terkenal. Telur asin ini bisa tahan hingga 5-7 hari di suhu ruang (dengan catatan cangkang telur tidak retak), ibu saya sendiri pun langsung membeli 2 kotak telur asin sebagai oleh-oleh untuk keluarga di Palembang. 

gerbang tol palimanan
Gerbang tol Palimanan. Dok : Pribadi

Pukul 14.22 kami sampai di gerbang tol cikampek utama dengan tarif sebesar 117 ribu. Memasuki kota jakarta, terlihat suasana pembangunan tol baru yang menambah kemacetan perjalanan. Hampir 2 jam kami merasakan macet, AC pun kami matikan dikarenakan suhu radiator sudah offside dari pertengahan. Alhasil, suara kendaraan besar, mesin-mesin raksasa dari penegerjaan tol, ditambah sirine kawalan yang kami dengarkan di dalam kabin si “Visto”. Setelah melewati kemacetan, pada KM 5 kami memutuskan untuk istirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.50.

Tepat pukul 19.28 kami melanjutkan perjalanan memasuki tol dalam kota jakarta yang dimulai dari pintu tol halim dengan tarif sebesar Rp. 9.500. Ini merupakan pengalaman pertama kami melintasi jalan ibu kota. Melihat bangunan dan gedung-gedung tinggi di tengah keramaian kota menjadikan kami berkata “wow”, ini kota Jakarta (agak norak yeee). Tanpa berani menginjak gas kencang-kencang dan selalu melihat panduan jalur kami berjalan konstan untuk mencari arah menuju Tangerang-Merak.

Perjalanan disuguhi beberapa kawasan yang cukup terkenal karena terbiasa tersiar di televisi seperti Alam Sutera, IKEA, dan beberapa pusat perbelanjaan besar arah tol tangerang menuju ke Merak. Memasuki daerah Serang-Cilegon, suasana cukup gelap karena beberapa titik tidak disertai penerangan jalan. Tidak seramai di daerah Jakarta-Tangerang, melintasi tol Tangerang-Merak cukup lengang. Pukul 21.29 kami sampai di pintu tol Merak, tol paling ujung barat di pulau jawa. Sebelum naik ke fery, kami membeli kartu e-money brizzi dan melakukan top up sebesar 500 ribu. Provider e-money yang bisa hanya dari bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI.

Menyeberang ke Sumatera

Tarif penyeberangan kelas ekonomi 374 ribu yang dihitung dari kendaraan roda 4, berapapun kapasitas penumpangnya. Sedangkan kelas eksekutif tarifnya 500 ribuan, tentunya dengan waktu tempuh yang hanya sekitar 1 jam dan beberapa fasilitas tambahan. Akhirnya kami memutuskan untuk menyeberang menggunakan kelas ekonomi dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Hal ini dipilih dengan pertimbangan agar suami bisa beristirahat lebih lama di kapal untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Setelah menunggu antrian masuk ke kapal, pukul 10 kami sudah berada di dalam kapal. Jalur masuk untuk mobil lumayan cukup sempit, sehingga harus benar-benar membuat perhitungan yang pas untuk bisa masuk ke kapal. Di bagian bawah terparkir kendaraan berat seperrti truck dan bus, sedangkan kendaraan pribadi R4 dan R2 berada di deck ke 2.

mudik jalur darat surabaya palembang

Di lantai ke-3 ruang tunggu penumpang terdiri dari beberapa bagian, terdapat ruang tunggu AC dan nonAC. Di bagian paling ujung terdapat 1 ruangan khusus yang telah disediakan ranjang tidur 2 lantai. Setelah berkeliling ke beberapa ruangan penumpang, kantin, dan toilet, kami duduk bersama di ruangan tunggu berAC untuk melihat acara televisi. Pukul 23.30 suami memutuskan untuk tidur di ruangan yang menyediakan ranjang bersama penumpang lainnya. Pukul 01.20 kami turun kapal dengan cara menuruni lantai 2 ke lantai 1 untuk keluar kapal. Karena tidak ada tempat peristirahatan yang menurut kami aman dan nyaman disekitaran pelabuhan bakauheni, kami memutuskan untuk langsung naik tol.

Suasana tol yang gelap, dingin, dan cukup lengang membuat saya membukan mata lebar-lebar dan terus berdoa. Maklum, ini adalah kali pertama saya melakukan perjalanan darat ke pulau sumatera. Setiap rambu yang terpampang saya perhatikan terus menerus, berharap bertemu dengan rest area untuk menunggu waktu subuh. Karena sebelumnya ibu mertua sudah menghubungi kerabat di daerah kota baru, bandar lampung, kamipun menunggu sampai waktu subuh tiba karena kontak kami terputus setelah keluar dari kapal. Pukul 4 pagi kami keluar gerbang tol kota baru menuju rumah kerabat, karena alamat lengkap tak kunjung diberikan, kami mampir ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh.

Cerita ini akan dibagi dalam 2 part ya, karena terlalu panjang jika digabung menjadi satu. Ohya, untuk biaya yang dihabiskan selama perjalanan di pulau Jawa hingga penyeberangan sebagai berikut.

Bahan bakar : Konsumsi bahan bakar kami cukup irit. Pada perjalanan ini kami mengisi tangki dengan bahan bakar premium dan pertalite, dengan catatan setiap bensing tinggal separuh, kami langsung mencari pom terdekat. 

Pengisian pertama premium (Surabaya)  250.000

Pengisian kedua pertalite (Sragen) 129.056

Pengisian ketiga pertalite (Brebes) 125.996

Pengisian keempat premium (Tol Merak) 112.811

Penyeberangan Merak-Bakauheni kelas ekonomi 340.000

Tarif Tol

Tarif tol Waru Gunung-Banyumanik sebesar 331.000

Tarif tol Palimanan Utama  212.500

Tarif tol cikampek utama 117.000

Tarif pintu tol Halim 9.500

 

 

25 pemikiran pada “Mudik Jalur Darat Surabaya-Palembang Seru! (part 1)”

  1. Serunya mbak mudik jalur darat Surabaya ke Palembang. Jadi inget zaman kecil dulu tiap dua tahun mudik ke Banyumas dari Bengkulu pake mobil sekeluarga. Suasana Perjalanannya jadi kenangan menyenangkan sampai sekarang

  2. Wow, keren amat mbak mudik lewat jalur darat Surabaya-Palembang! Keprok2 dah haha. AKu pernah paling Jakarta-Jogja atau Malang, nyetir gantian sama suami. Iya, persiapan kendaraan mesti maksimal ya. Mesin mobil dan isinya penting perbekalan dll. Terutama juga orangnya harus kuat fisik dan mental karena nyupir kudu konsentrasi penuh apalagi kalo pas di jalan tol.

  3. Ngak kebayang banget aku mba dari Surabaya sampai Palembang. hehehe. Tapi luar biasa nih mba perjalanan yang sungguh seru. Aku berasa dari Jakarta ke Kudus saja udah berasa capek apalagi perjalanan mba. Sehat2 yaa mbaa

  4. Seru ya Mbak mudik lewat jalur darat gitu apalagi bareng keluarga. Pastinya lama dan jauhnya perjalanan nggak bakal terlalu terasa. Baca ini jadi kangen mudik ke kampung kelahiran juga nih.

  5. Waahh bacanya jadi seru..

    Berasa ikutan mudik, hehe…

    Emang klo mudik jarak jauh sebenarnya klo rame rame lebih hemat klo pake kendaraan pribadi ya mbak..

    Apalagi skrg sudah ada tol baru yg smakin mempermudah perjalanan jarak jauh

  6. Wah.. Seru banget ya Mbak.. Aku jadi pengen juga. Meskipun gak punya kampung, tapi pengen sesekali jalan-jalan keluar pulau untuk menjelajah Indonesia. Apalagi naik kapal bareng suami dan anak. Wah..

  7. Wiiihh manteb banget mbak, Kia Visto kalau gak salah yang bodynya kecil kan ya? Keren bandel juga ya dia nyampek ke Palembang dr Sby haha 😀
    Manteb nih mbak postingannya lengkap sampai isi bensin di mana aja diceritain hehe jdnya bermanfaat buat yg mau mudik jalur darat Sby-Palembang jg. Ditunggu postingan keduanya 🙂

  8. hwaa.. panjang banget perjalanannya mbak…
    asli tapi seru ya kalo barengan keluarga
    tapi harus punya stamina bagus nih apalagi kalo bawa anak-anak
    aku aja bengkulu-padang dah lemes mbak >.<

Tinggalkan Balasan ke Rizky Hanna Ekaputri Batalkan balasan