Bangga Menjajal Tol Lintas Jawa-Sumatera dan LRT di Palembang

Bangga Menjajal Tol Lintas Jawa-Sumatera dan LRT di Palembang

Masih tergambar jelas dalam ingatan saya bagaimana asiknya mudik 1440 H dari Surabaya hingga Palembang. Jarak jauh  yang ditempuh pun tak menjadi penghalang kegembiraan kami untuk bertemu sanak saudara nun jauh disana. Maklum, ini pertama kalinya kami menjajal tol yang digadang-gadang oleh Pemerintah saat ini. Ya, kami akan turut serta melintasi gagahnya tol lintas pulau, Jawa dan Sumatera. Bagi kami, menjajal capaian prestasi Kemenhub ini a.k.a tol lintas ini sangat membanggakan.

Bicara tentang tol, tentu saja tak lepas dari kerja keras berbagai pihak, antara lain Kementerian Perhubungan. Dulu, begitu ada kabar pembangunan tol ini, saya termasuk yang sangat bangga karena saya yakin, pembangunan tol ini akan membawa dampak positif bagi daerah-daerah yang dilaluinya. 

Tol, Sarana Pemerataan Ekonomi

Dan ternyata memang benar, adanya tol ini membawa dampak tersendiri dari pemerataan ekonomi masyarakat. Seperti halnya yang saya temui di Brebes ini, areal persawahan yang menjadi teman kami dalam perjalanan kini telah melengkapi diri dengan rest area yang tak hanya menyediakan kebutuhan bagi para pemudik, namun juga menjadi sarana penyegaran selama lelah dalam perjalanan. Selain itu, didalam rest area ini juga menjajakan aneka panganan khas daerah Brebes ini. Apalagi namanya kalau bukan telur asin! 

rest area brebes lomba kemenhub blog mutiara

Sambil memilih-milih telur asin yang hendak saya jadikan oleh-oleh, saya pun berbincang dengan mbak penjualnya,”Mbak, ramai ya yang beli telur asinnya?” Mbak tersebut pun menjawab, “Alhamdulillah Bu, sejak dibangunnya tol ini jualan telur asinnya lancar.” Wah, benar ternyata adanya pembangunan saranan transportasi tol ini menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat. 

tol terbanggi besar lomba kemenhub blog mutiara

Begitu pula pengalaman saya ketika sampai di Pulau Sumatera, menjajal tol lintas Sumatera ini membuat perjalanan kami lebih efisien. Bagaimana tidak, biasanya Lampung-Palembang yang ditempuh dengan waktu seharian, kini dapat dipangkas menjadi 6 jam sajaaaa. Benar-benar membuat perjalanan melintasi pulau Sumatera ini tanpa hambatan. Dalam perjalanan pun saya berpikir, wah perekonomian bisa melaju dengan cepat pakai tol ini. Benar saja, dari perjalanan kami sudah beberapa kali kami temui truk-truk pengangkut motor, mobil, dan bahan pangan yang melintas. Meski banyak yang berpendapat tarif tol ini lumayan mahal, tapi menurutku sih sebanding dengan efektif dan efisiensi dalam perjalanan.

LRT, Moda Transportasi Permudah Wisatawan

Sesampainya di Palembang, tentu saja kami sekeluarga tak melewatkan kesempatan untuk berjalan-jalan mengenal kota lebih dekat. Ingin jalan-jalan dengan keluarga namun malas membawa kendaraan sendiri karena takut terkena macet. Solusinya kami memilih moda transportasi LRT (Light Rail Transit) yang masih tergolong transportasi baru di kota pempek ini. 

LRT PAlembang lomba kemenhub blog mutiara

Tiket murah, aman, dan nyaman. Itulah 3 kata yang bisa saya utarakan untuk LRT ini. Bagaimana tidak, dengan modal 5.000 rupiah sudah bisa berkunjung ke berbagai titik stasiun LRT yang dituju. Namun memang beda harga jika dari atau ke bandara, harga yang ditetapkan adalah 10.000 saja. 

Adanya LRT ini cukup memudahkan bagi wisatawan seperti kami, tinggal duduk dan menetapkan tujuan ke stasiun mana yang terdekat dengan lokasi tujuan, tanpa ribet, dan tanpa kesasar. Stasiun LRT yang ada tergolong bersih dan nyaman. Para penumpang pun dengan mudah bisa membeli tiketnya diloket dan hanya diperbolehkan naik ke atas jika sudah dekat waktunya kereta tiba. 

Saya dan keluarga pun mencoba LRT ini dari ujung ke ujung. Berangkat dari stasiun terakhir di Jakabaring menuju stasiun bandara. Terlihat sekali di sekitar stasiun ini kemudian banyak lapak-lapak yang bermunculan menjajakan makanan khas. Untuk menuju ujung ke ujung seperti saya ini ternyata hanya membutuhkan waktu satu jam saja. Cukup efisien bagi wisatawan yang datang dari bandara dan langsung menuju Jakabaring. 

Nah, itu tadi ulasan saya tentang perkembangan transportasi dan prestasi kemenhub yang saya rasakan sendiri dalam 5 tahun terakhir. Ada beberapa poin penting dalam catatan saya, sebagai berikut:

lrt palembang lomba kemenhub blog mutiara
  1. Peningkatan moda transportasi baik dari segi kuantitas maupun kualitas berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat disekitarnya. 
  2. Sektor pariwisata pun turut terbantu dengan peningkatan transportasi ini. Wisatawan menjadi yakin dan tidak ragu lagi jika ingin berwisata meskipun seorang diri. 

Yuk apresiasi pencapaian kemenhub ini dengan terus setia menggunakan moda transportasi yang disediakan oleh kemenhub, terutama moda transportasi publiknya ya. Go Kemenhub!

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Kemenhub dengan tema : Transportasi Unggul Indonesia Maju

Tinggalkan Balasan